Rembulan di Bulan Mei

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

28 Mei 2012. Senin Pagi. Dan aku masih berada dalam kebingungan. Mei kali ini merupakan bulan yang penuh dengan kejutan yang benar-benar membuat hati deg-deg-an. Kebetulan-kebetulan beruntun yang nyaris membuat jantungku copot. Hidupku lebih terasa dinamis setelah bertemu seseorang. Orang baru yang hadir di dalam kehidupanku. Sebut saja, Rembulan.

Rembulan punya seribu cara untuk memporak-porandakan suasana hati dan pikiranku. Belum genap sebulan aku mengenalnya, ia mampu membuat ku melupakan Senja. 3 tahun aku menanti Senja untuk berada dalam bahtera yang sama dengan ku. Secara kasat mata, Senja jauh lebih daripada rembulan. Tapi entah mengapa, rembulan mampu melakukan itu semua. Padahal sebelumnya, banyak cinta yang datang dan pergi, ku menolak. Bahkan aku dingin terhadap orang-orang yang berada dalam bahtera ini.

Pada awalnya, aku tak punya hati pada Rembulan. Toh semilir angin telah membisikan ke telingaku bahwa Rembulan telah bersama bintang di seberang sana. Tapi Allah ta’ala yang berhak membolak-balikan hati ini. Dalam waktu yang relative singkat, penantian selama 3 tahun terhadap Senja, akhirnya kuakhiri. Do’a untuk Senja tetap terlantun, namun kini niat kembali kuluruskan untuk tidak melemparkan dirisi sendiri dari bahtera yang membuat ku mengenal Imam Zaman.

Episode demi episode dari skenario Tuhan pun semakin sering kutemui. Setiap hari ada saja hal yang menyangkut antara dirinya dan aku. Padahal, aku tak pernah sedikit pun berupaya untuk mencari tau siapa rembulan. Dari sudut pandangku (entahlah, apakah ini hanya ke-GR-an semata), rembulan selalu berputar mengelilingi orbitnya untuk menemukan letak geografis dan astronomis Bumi.

Yap. Bumi itu adalah aku. Burung-burung berkicau padaku. Dari mereka aku mendapat kabar yang belum pasti kebenarannya. Di luar sana ada yang mengatakan bahwa bintang yang selama ini dikabarkan bukanlah bintang. Dia hanyalah bumi yang tak bisa bersinar seperti bintang. Bumi yang masih memerlukan cahaya. Bumi yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan bintang yang dapat berpijar.

Dari hati kecil, sangat senang rasanya jika memang yang diisukan itu benar. Aku bisa semakin kokoh bertahan di dalam bahtera ini dan dapat memberikan sesuatu untuk bahtera ini. Akan tetapi, di sisi lain rasanya cemas. Cemas karena takut melukai hati bintang yang di sana. Toh bukan mau ku untuk seperti ini. Semoga saja isu-isu itu tidak benar adanya. Biarlah rembulan bersama bintang. Bagiku, hanya dengan mengenal rembulan lebih dari cukup. Sangat bersyukur. Karena baru kali ini ada yang mampu membuat ku berpaling dari Senja.

Cara kerja Tuhan memang sangat rahasia dan tak terduga. Semua penuh misteri dan kejutan. Hingga akhirnya aku akan paham bahwa Tuhan telah mengabulkan do’a-do’aku sampai do’a-do’a tersebut telah dikabulkan.

Rembulan, tetaplah berputar pada orbitmu. Tetaplah bersama bintang. Bumi bukanlah (si)apa-(si)apa. Bumi akan tetap berotasi –hingga akhirnya jika takdir berkata lain, kita akan bertemu di satu titik. Namun jika tidak, cukuplah engkau menjadi penerangku di kala malam menyelimuti ku dengan kegelapan. Berbahagialah engkau dengan pilihanmu. Layu sebelum berkembang jauh lebih indah daripada harus ada yang tersakiti.

Rembulan, bukan aku tak mau untuk bersama mu. tapi aku tak terlalu percaya diri untuk kau pilih. bukannya aku meghindar, tapi aku malu untuk bertemu dengan mu. bukannya aku tak suka, tapi aku masih tak siap untuk menghadapi takdir ini.

Bumi, tetaplah gunakan topengmu. Yaaa meskipun sudah menggunakan topeng, rembulan mampu membaca wajah ini. Tapi kali ini rembulan tak akan pernah bisa. Because I’m A good Pretender. Dalamnya lautan dapat diukur, tapi dalamnya hati tak akan pernah ada manusia yang tau. ^_^

Image

Ku akui ku sangat sangat menginginkan mu
Tapi kini kusadar ku di antara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Ku akui ku sangat sangat mengharapkan mu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa ku harus milikimu slamanya

Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini kusadar ku di antara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

(Di antara kalian – D’masiv)

———-

baru kali ini logikaku dapat dikalahkan oleh perasaan. teteh sepupu pernah mengatakan: “Jangan bohongi hati kecil, karena ia selalu jujur. Kamu sekarang jadi berubah. jauh lebih berwarna, tidak monoton. jauh lebih terbuka, tidak tertutup. rembulan berhasil memberikan pengaruh besar kepada mu lebih indah secara lahir dan batin.” aku tak merasa, sejauh itukah perubahan yang kualami dalam waktu 1 bulan ini? biarlah waktu yang dapat menjelaskan semuanya.

————

(Andromeda. Pertengahan Musim Kemarau. Musafir Kehidupan dan Petarung Waktu)

Advertisements

2 thoughts on “Rembulan di Bulan Mei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s