coretan sederhana (Untukmu, Nona!)

Adik Kecilku yang kini mulai beranjak remaja…

Baiklah, Rasanya tak pantas lagi kusebut Bocah…

NONA! Ya kini engkau telah tumbuh menjadi seorang gadis belia. Rasanya baru kemarin aku berantam karena berebut paha ayah untuk dipangku. Baru kemarin kita berebut teve karena ingin menonton film kartun yang berbeda. Ah! Rasanya waktu cepat sekali bergulir tanpa mau berkompromi.

NONA! Suatu saat nanti…Matahari pagi tak ‘kan lagi cukup hangat untuk memberikannmu semangat. Dan bulan terlalu renta untuk bisa menerangi, dikala gelap malam menghampiri. Sementara Ayah dan Mama kita, mungkin sudah tiada dan Aku sudah terlalu dewasa dan bijaksana untuk bisa mengerti mimpi-mimpi masa kecil dan jiwa kekanakanmu. Namun Aku yakin, dikau akan tumbuh menjadi gadis seperti harapan mereka, seperti abadinya doa-doa kami semua, untukmu.

Sammy… Kini kau mulai mencium aroma dunia remaja.  Simpan dan kunci rapat tangis itu dalam laci-laci kesabaranmu. bungkam setiap keluh kesah dengan indahnya ibadahmu.dan gunakan senyum mungilmu untuk melawan terpaan angin, guyuran cobaan dan kerasnya kehidupan.

Sammy… Kelak kalau kau sudah beranjak dewasa, Saat kau sudah menemukan pelindung hatimu, Aku mungkin sudah terlalu tua sebagai tempat berbagi, tapi jika kau merasa tidak cukup kuat, kau bisa mengunakan sisa-sisa semangatku, jika kau terlalu takut, kau bisa aman bersembunyi di belakangku. Dan jika kakimu terlalu lemah untuk melangkah, raihlah pundakku, dan aku akan selalu ada untukmu.

Sammy,,, Selamat ulang tahun ke-16 ^_^ Mubarak! Manfaatkan sisa umurmu di dunia nan fana sebelum kematian menyapa. Lakukan yang terbaik dan berguna. Tak perlu menjadi yang terbaik hingga kau harus menggunakan topeng. doa kami selalu abadi untukmu, Marya Sameera… Aku bukan siapa dan apa. Tak ada kado mewah, karena aku belum punya harta. Tak ada kado terindah yang dapat kuberikan selain doa yang tak henti kupanjatkan di setiap sujud untuk masa depanmu.

____________________________________________________

Kemarin, tertawa, bercanda habiskan waktu bersama

Bermain, bercerita segala asal kau tersenyum bahagia

Wajahmu yang tenang, isyarat hati putih  tak bernoda

Tidurmu yang damai, bersama buaian alam dan cinta

Jangan sedih, kita pisah tak ‘kan lama

Jangan bimbang, jika waktu mengizinkan kita kan bersama kembali

Sayangku adik kecilku, jangan kau lupa akan agama

Walau di mana, tanpaku dan tanpa kedua orang tua

Rinduku adik kecilku, do’a kakakmu sertai slalu

Tumbuh dewasa di dalam cinta kasih Nya selamanya

Jika saatnya tiba aku kan menanti

Memandang bintang kecilku penuh rasa syukur telah bersinar bagaikan mentari

Oh Adikku, tumbuh dewasa

Di dalam cinta kasih Nya selamanya

 ___________________

Tertanda: Kakakmu yang belum pantas menjadi seorang kakak

(Di sudut Kamar. Musim Kemarau Akhir. 3 Oktober 2012. 11:20 pm)

Marya Sameera (4 Oktober 1996 – 4 Oktober 1996) koleksi angkanya makin banyak ya Ncem 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s