Racauan Pagi Buta

Kebiasaan lama muncul kembali. tertidur setelah maghrib, dan terbangun di saat orang yang normal baru beranjak tidur. walhasil, turn on terus sampai besok siang. Lumayanlah ada kesempatan untuk resensi buku Mabahits fii Ulumil Qur’an karyanya Syeikh Manna’ Khalil Alqaththan. Eits, jangan berpikir kalau saya dari jurusan bahasa arab atau yang berbau jurusan keislaman. Sebenarnya lebih ke tantangan dari seorang dosen yang sekarang menjadi teman saya. Dia punya hobi membaca tulisan dari Timur Tengah. Dia pernah bilang, mendalami Al-Qur’an dan Islam itu tak harus kuliah di jurusan keislaman. anak Kimia atau Fisika pun seharusnya mempelajarinya. Apalagi yang di KTP nya tercantum agama Islam. Sudah kewajiban untuk belajar tentang Islam. Eh. kok jadi membahas ini yaa. Sebenarnya saya ingin curhat yang lain. Curhat tentang seorang yang belum menikah. Apalagi kalau bukan Jodoh yang dinantinya. hyahaha 🙂 😀

Baiklah. Ada seseorang yang pernah menasehatiku bahwa setiap lelaki punya potensi untuk jadi buaya. punya potensi untuk menggoda wanita. sealim apapun dia. Mereka juga manusia yang tidak pernah lepas dari godaan syaithan. Hanya orang yang datang menemui orangtua ke rumah kitalah yang betul-betul ingin melepaskan diri dari potensi jadi buaya itu. maka orang itulah yang selayaknya kita layani maksud sucinya tersebut.

55Yap. Kata-kata itu akan terus saya ingat. Akan saya tanam dalam hati dan pikiran. Sebab, itu akan menjadi tameng untuk kehidupan yang penuh tebakan ini. bak puzzle-puzzle yang masih berantakan. Perlu Kesabaran, Keikhlasan, dalam menyusunnya. Setelah tersusun, butuh rasa syukur agar dapat membuat hidup lebih berarti.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengumpulkan diriku bersama orang-orang yang sangat mencintai-Mu, yang kecintaannya melebihi kecintaanku terhadap-Mu, sehingga cintaku pada-Mu akan terus pasang, tak pernah surut… Rindukan aku selalu dengan ridha-Mu, Ya Allah. karena tanpa ridha dan kasih sayang-Mu, aku akan mati dalam pilu.

Yaa muqallibal quluubi tsabbit ala diiniK(a). Allahumma musharrifal quluub sharrif quluubana ‘alaa tha’atiKa. Allahumma innii a’udzubika min qalbin laa takhsya’u wa min du’aa-in laa yusma’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min ‘ilmin laa yanfaa’u, a’udzubika min haa-ulaail ‘arba.

551315_556954644331353_780182251_n

__________________

00.20. Kaki Gunung Ciremai. Selasa (12/02/2013)

Zindegi: Musafir kehidupan & Pemulung Hikmah Kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s