My Min Jung Ho, Where Are You?

Welcome April! Sampai Jumpa Maret! J Sudah masuk bulan keempat di tahun 2013. Berarti sudah seperempat perjalanan yang telah dilalui pada tahun 2013. Berbagai macam proyek sudah memenuhi buku agenda hingga akhir tahun. Dan aku masih tetap menjadi makhluk malam dengan jam tidur yang tidak seperti orang normal. Hanya 2 jam/ hari. Sedari beberapa tahun yang lalu, aku selalu takut untuk tidur. Takut jika tidak bisa bangun lagi. Sedangkan setumpuk kewajiban dan janji belum terpenuhi. Aku juga merasakan kecemasan, sekonyong-konyong matahari sudah tidak terbit lagi. Ternyata seperti ini yang dirasakan oleh guru bahasa arab ketika aku masih SMP. Saat beliau menceritakan kecemasan itu, aku tak paham apa yang dia cemaskan. Aku merasa guru itu terlalu aneh. Hah! Dan sekarang aku merasakan kecemasan yang dulu sempat kuanggap aneh.

 

 

Well. Sudah sebulan ini aku mengikuti drama korea Jewel In The Palace (JITP). Aku sebenarnya bukan orang yang menyukai Korea-korea-an. Nonton film tersebut karena dari sekian film dini hari, tayangan yang pantas ditonton ya JITP. Selain itu, aku juga penasaran dengan film tersebut. Soalnya waktu SMP dan SMA tak pernah ada waktu untuk mengikutinya. Salah seorang teman SMP pun mengatakan betapa luar biasa kegigihan tokoh utama dalam JITP. Selalu optimis dan tak pernah menyerah sekalipun berbagai tekanan dari semua orang. Kerja kerasnya untuk membuktikan sesuatu yang dia anggap benar, taruhan nyawa pun tak ia hiraukan. Walaupun sebagai manusia normal, Seo Jang Geum, tokoh utamanya, pasti merasakan rasa takut dan cemas, namun ia bisa mengalahkan ketakutannya itu.

 

Pada episode Jang-Geum diasingkan ke sebuah pulau dan statusnya dari dayang kerajaan menjadi Budak, saat itu pula gurunya (dayang utama dapur kerajaan) meninggal dalam perjalanan, mereka difitnah oleh orang-orang yang ingin mendapatkan kedudukan sebagai dayang utama dapur kerajaan, mungkin itu adalah sisi tersedih Jang-Geum. Jang-Geum yang gigih dan tegar, berubah menjadi Jang-Geum yang putus asa dan pesimis. Berkali-kali ia mencoba untuk kabur dari pulau terpencil itu, tapi selalu gagal. Lantas, apakah dia berhenti untuk membuktikan bahwa Dayang Han (guru Jang-Geum) tidak bersalah? TIDAK.

 

Yap. Saat Jang-Geum berada pada titik nadir. Masa-masa tersulit dan didera rasa lelah serta pesimis, datanglah Min Jung Ho seorang panglima muda kerajaan untuk menyelamatkan Jang-Geum dari keputus-asaannya. Jeng Jeeeeeng! 😀 Min Jung Ho sedari dulu selalu melindungi, menemani, dan membantu Jang-Geum. Sebenarnya yaa, Jang-Geum dan Min Jung Ho itu saling menyukai. Tapi yang bikin aku suka dari mereka berdua adalah sikap mereka dalam menghadapi perasaannya itu. Tak ada satu kata Sayang, Cinta, atau pun Suka yang terlontar. Namun sikap mereka yang saling menyemangati dan membantu satu sama lain untuk tetap berjuang merubah keadaan yang ada di kerajaan. Tanpa disadari, Jang-Geum bisa tetap optimis, salah satu faktornya karena Min Jung Ho selalu di sisinya untuk membantu. Meski pun Min Jung Ho sedang ada tugas jauh dari Jang-Geum, Min jung ho selalu mengutus orang kepercayaannya untuk selalu melindungi Jang-Geum.

 

Aku pun jadi berpikir. Mengapa jang-geum dan Min jung ho tidak pernah mengungkapkan perasaan mereka? Analisaku, karena mereka berdua adalah dua orang yang sudah dewasa dalam bersikap. Masalah-masalah yang sedang mereka hadapi sangatlah besar, jadi mereka hanya terfokus pada masalah itu, bagaimana cara untuk memperbaiki kondisi di kerajaan. Bagi mereka ada hal yang lebih besar untuk mereka lakukan daripada sekedar mengungkapkan isi hati mereka berdua. Toh, di sela-sela episode, mereka berdua sudah merasakan  dan mengetahui bahwa sikap satu sama lain yang saling menyemangati adalah wujud dari perasaan hati terdalam. Di film ini, aku merasakan kekuatan cinta yang luar biasa. Cinta dari berbagai sudut pandang. Salah satunya ya cinta terhadap lawan jenis. Dan orang yang seperti Panglima Min Jung Ho, dalam kehidupan nyata sudah langka. Jarang sekali kutemui orang yang seperti Min Jung Ho. J

 

Ada kalimat Min Jung Ho yang membuktikan betapa besar perasaannya kepada Jang-Geum. Ketika mereka berdua dipenjara karena dijebak oleh musuhnya. Jang-Geum merasa bersalah, karenanya Min Jung Ho pun harus ikut dipenjara dan jabatannya sebagai Panglima pun dipertaruhkan. Gini nih yang Min Jung Ho katakan: “Bagiku, dengan bisa membantumu dan melindungimu adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Aku berada di sampingmu seperti ini meski harus dipenjara, tak masalah. Asal bisa membantumu untuk memperbaiki kondisi di istana.”

 

Bagiku, bukan sebuah kebetulan aku mengikuti film JITP. Ditambah lagi kondisiku sekarang sama seperti Jang-Geum. Berusaha untuk memperbaiki kondisi dan keadaan di Kerajaan Sweetlord. Menata kembali segalanya pada tempat yang seharusnya menurut syari’ah. Film JITP ini, terutama tokoh yang bernama Jang-Geum, sangat menginspirasi untuk tetap melangkah dan membentangkan layar agar bahtera untuk menyelamatkan kerajaan ini tidak karam. Bukan sebuah kebetulan juga ketika aku harus dipertemukan dengan orang-orang yang kontra, rekan-rekan yang membantu dan bisa diajak kerjasama, serta bisa mengenal sang pencitra. Ini semua merupakan konspirasi semesta yang telah diatur dan dirancang sedemikian rupa oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

 

Lantas, dimanakah sosok Panglima Muda Min Jung Ho? Siapakah yang Allah takdirkan untuk memerankan Min Jung Ho dalam hidupku? Segigih apa pun Jang-Geum, jika hanya seorang diri tanpa Min Jung Ho, Jang-Geum tak akan bisa berbuat banyak. Sama halnya sebuah bahtera. Sekokoh apa pun bahtera itu, jika tak ada yang menahkodainya, bahtera itu cepat atau lambat akan karam juga. Setidaknya ada orang yang bersedia menambal Bahtera yang mungkin mulai bocor karena dihempas oleh ombak di lautan, atau sekedar membuang air laut yang masuk di antara celah-celah Bahtera yang mulai lekang.

 

Rasanya bahagia sangat menjadi seorang Jang-Geum. Perjuangannya didampingi oleh Min Jung Ho. Hah! Lagi-lagi itu hanya sekedar drama yang kisahnya begitu sempurna. Aku tak boleh terjebak dalam alur drama. Karena ada drama yang lebih besar yang harus kuhadapi dan kulakoni: KEHIDUPAN NYATA. Ehtapi, bukankah Allah Subhaanahu wa Ta’ala merupakan sebaik-baiknya Sutradara. Tiada yang dapat menyaingi-NYA. Aku masih sangat yakin bahwa kehidupanku hingga detik ini merupakan SKENARIO TERINDAH dari ALLAH. Ini semua adalah rencana Allah. Allah selalu membimbing dan mendidikku untuk menjalani skenario-Nya. Allaahu a’lam bishshawwab.

 

Ost. Jewel in The Palace: ONARA (DATANGLAH!)

Onara onara aju ona

(Datanglah datanglah selamanya)

Ganara ganara aju gana

(pergilah pergilah selamanya)

Nanari naryodo motnonani

(aku terbang, namun meskipun terbang, aku tidak menikmatinya)

Aniri aniri aninone

(tidak, meskipun aku tidak menikmatinya, aku menyukainya)

Ojido mothana daryogana

(meski ku tak mampu melakukannya, bawalah aku serta)

******

sudah tau hidup ini dinamis, tapi masih tetap saja sibuk mencari pola yang pasti.yang jelas, yang tetap setia pada koordinatnya hanya bintang polar, itu yang sudah pasti sejak jaman nabi adam. sudah tau masa depan itu ghaib, tapi masih tetap saja terobsesi mencari jawaban yang nyata. Terimakasih Maret, telah menjadi perantara. Banyak keajaiban yang kudapatkan dari Allah melalui Maret. Duhai April, tolong antarkan Mei untukku. ingin segera berjumpa dengan mama dan ayah. Setahun, selat memisahkan kami. Mei, serangkaian agenda bersama mereka telah kubuat.  Hey Juni! engkau siap menjadi saksi janji suci dari perjalanan cinta yang telah dirajut selama 5 tahun. Dan Juli, waktunya masuk ruang vakum udara (duniawi). Semoga keluar dari situ bisa mendapatkan jawaban dan penjelasan dari Sang Pencipta. tuhkan! terobsesi banget untuk menemukan jawabannya 😀 Bukan itu sih, sebenarnya sudah sangat merindukan aroma ruang vakum itu. Manusia hanya berencana, toh tombol mana yang akan ditekan adalah kehendak Allaah Subhaanahu wa Ta’ala. YES/ NO/ CANCEL.

(Zindegi – 142013 – Konstalasi Orion)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s