Mencari Sang Pencari

Pengalaman hidup membentuk seseorang. Baik itu cara pandang, bentuk kasih sayang, bentuk kepedulian, kemarahan, sikap, cara berkata dan memilih kata. Semua terbentuk bukan tanpa sebab.

6230_484782524879466_2050083895_n

Setiap orang lahir dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sebagai anak sulung, anak tengah, anak bungsu, anak tunggal. Ada yang memiliki orang tua sejak kecil dan merasakan kasih sayang. Ada yang memiliki orang tua namun tidak pernah mendapat kasih sayang. Ada yang tidak memilikinya sehingga tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang.

Ada yang lahir dengan paras rupawan, ada yang tidak. Ada yang dicaci sejak kecil sebab fisik yang tidak sempurna. Ada yang terus dipuja-puja. Seolah-olah tiada cacat tiada cela.

Ada yang memiliki keluarga harmonis. Lengkap tiada kurang. Harta selalu berlebih. Ada pula yang tidak memiliki semua itu. Untuk makan sehari pun perlu mengais seluruh tong sampah untuk diganti rupiah. Baru rupiah diganti dengan sebungkus nasi.

Ada yang masa lalunya bersih-suci-lurus-tertuntun. Ada pula yang masa lalunya hancur berantakan, sebab susila yang tidak terjaga. Hancurnya keluarga. Ketiadaan perhatian. Atau sebab apapun yang menjadikan masa kecil dan masa lalunya tidak seindah orang lain. Yang membekas dan membayang kehidupannya hingga saat ini.

Ada yang dididik beragama. Ada pula yang tidak. Sehingga mereka baru melakukan pencarian dengan pertanyaan-pertanyaan kritis diusia dewasa. Ketika orang lain mungkin sudah tidak bertanya lagi mengapa beragama.

Dalam pencarian itu, ada yang menemukan ada pula yang tidak. Ada yang membuat pilihan ada yang membiarkan dirinya mengalir.

Dan aku, aku adalah orang yang selalu kagum dengan orang yang melakukan pencarian. Pencarian tentang hidup mereka yang sesungguhnya. Pertanyaan-pertanyaan hidup yang kritis, pemahaman hidup yang sangat jauh dari kata dangkal. Cara mereka memilih sikap dan memilih resiko.

Dan aku, aku selalu kagum dengan orang yang melakukan pencarian siapa Tuhannya. Bertanya-tanya mengapa manusia saat ini membuat banyak Tuhan. Sementara mereka adalah manusia yang sama. Akan sangat aneh jika Tuhan ada lebih dari satu dan menciptakan manusia di satu bumi yang sama.

Dan aku selalu kagum dengan orang yang melakukan pencarian tentang kehidupannya. Kehidupan seperti apakah yang sejati. Sebab hidup bukan spekulasi. Seseorang tidak akan tahu kematiannya dan apa yang terjadi setelahnya. Jika setiap tuntunan menjanjikan surga. Maka, sekali lagi hidup bukan spekulasi. Perlu ada pilihan yang diyakini dan konsekuensi yang diambil.

Orang yang mencari apa tujuan hidupnya. Mengapa dia diciptakan dalam kondisi yang seperti itu. Kondisi yang mungkin orang lain sama sekali tidak akan pernah merasakannya. Kondisi yang menempatkannya pada barisan orang-orang yang mencari. Orang-orang yang bertanya-tanya. Orang-orang yang pada akhirnya akan menemukan.

Orang-orang yang memilih karena mencari-memahami-menyadari-lantas mengakui. Tidak sekedar menerima saja keyakinan warisan nenek moyang. Orang-orang yang memilih karena paham apa yang menjadi pilihannya. Tidak sekedar doktrin orang-orang yang dianggap alim dan suci.

Orang-orang yang paham betul bahwa tuntunan tidak selalu tercermin pada penganut. Ketika orang-orang saling membunuh dan berbantah dengan alasan membela Tuhan. Ketika orang menjadikan tuntunannya sebagai benteng dari kesalahannya. Ketika orang membenarkan tindakannya dengan dalih ayat suci. Dia tidak terpengaruh oleh mereka. Sebab tuntunan yang benar akan tetap benar. Hawa nafsu pengikutnyalah yang merusak.

Ketika banyak pengikut yang lebih memilih untuk menyesuikan tuntunan itu kepada cara hidup yang disukainya. Orang-orang yang mencari dan menemukan, ketika menemukan dia memilih untuk menyesuikan cara hidupnya kepada tuntunan yang telah dia pilih. Meski dia harus meninggalkan cara hidupnya yang lama. Sangat berbeda bukan?

Aku selalu kagum dengan orang yang melakukan pencarian. Pencarian yang sangat berisiko. Tidak semua orang mau melakukannya dan lebih merasa aman menerima saja. Maka aku bersyukur, ketika aku menemukan orang-orang yang mencari. Sebab, aku ternyata tidak sendirian.

Semoga pencarian ini menuntun jalannya. Setiap langkah menuju-Nya maka Dia akan mendekat lebih dekat. Dan Dia lah yang akan menuntun langkah kaki. Sejauh, kita percaya bahwa kita menuju Dia yang hanya satu. Dia yang menciptakan langit dan bumi. Dia yang menciptakan manusia.

images (8)

———-

(Kugy – 20012014 – Konstalasi Orion – Musim Hujan di Tamkot Kala Petang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s