Muhammad Dan Ahmad

Ayeeey! Bisa posting tulisan di hari Rabu. Sebenarnya kondisiku belum membaik. Setelah sekian lama gak minum obat kimia, dengan terpaksa harus mengonsumsinya lagi. Jam tidur pun jadi sporadis. Orang lain baru mau tidur, aku baru bangun dari tidur. Kembali menjadi manusia nokturnal. Ohya, sudah lama aku gak posting tulisan yang sedikit berbobot. Berhubung pagi buta kali ini akhirnya menemukan referensi tentang dua nama yang dimiliki oleh Rasulullaah Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallam, menjadi postingan yang semoga bermanfaat di hari Rabu. Sebelum lupa.

*******
Nama Muhammad  shallallaahu ‘alayhi wa sallam disebutkan dalam Al-Qur’an dengan dua jenis sebutan, yaitu Muhammad dan Ahmad . Kedua nama Nabi Suci shallallaahu ‘alayhi wa sallam yang berberkat yaitu Muhammad dan Ahmad, memiliki dua keunggulan yang berbeda.

Muhammad mengandung arti yang amat dipuji dan menggambarkan keagungan dan kebesaran serta menyiratkan seseorang yang dicintai karena hanya yang dicintailah yang selalu dipuji-puji.

Adapun kata Ahmad menyiratkan seseorang yang mencintai karena merupakan bagian dari seorang pencinta untuk memuji dan ia selalu memuji sosok yang dikasihinya.

Dalam referensi lain disebutkan bahwa Nama Muhammad adalah nama yang bersifat Jalali (gagah) yang di dalamnya mengandung nubuatan bahwa para musuh dengan pedang karena mereka telah menyerang Islam dengan pedang pula dan telah membunuh banyak sekali orang Islam.

Namun, nama Ahmad adalah nama yang bersifat Jamali (lemah lembut) yang memiliki maksud bahwa yang Mulia shallallaahu ‘alayhi wa sallam akan menyebarkan kedamaian dan keindahan Islam ke seluruh dunia.

Allah Ta’ala memberikan dua nama tersebut dengan tujuan :

Pertama, Yang Mulia Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam menzahirkan nama Ahmad-nya pada masa awal kehidupan Islam di Mekkah yang mengajarkan keteguhan dan kesabaran.

Kedua, Beliau  shallallaahu ‘alayhi wa sallam menzahirkan nama Muhammad-nya dalam masa kehidupan di Madinah dan disana berdasarkan kebijakan Allah Ta’ala sesuai kondisinya terpaksa harus membalas, menghukum, dan menghancurkan para penentang Islam.

Jika Muhammad menggambarkan keagungan dan kebesaran, maka Ahmad menggambarkan kerendahan hati.

Wallaahu a’lam bishshawwab.

Referensi: Rohani Khazain jilid 15 halaman 526-528

*******

image

(eL – 19032014 – 01.15 am – Konstalasi Orion)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s