‘Perjuangan’ Bang Gagah Menjadi Huruf Y Untuk Dekta

Tetiba, aku mendapat undangan pernikahan lewat media viral dari teman di masa putih abu-abu. 1 Maret kemarin dia baru saja mengadakan walimatul ‘ursy. Aku sedikit kaget bahwa yang menikah adalah dia.  Seorang teman yang berani mengambil keputusan menikah di usianya yang belum genap 25 tahun. Sering sekali dia menyebut dirinya Bang Gagah. Sebutan yang sangat jauh dari sosok seorang lelaki gagah yang digambarkan orang pada umumnya. Badannya yang sangat kurus untuk ukuran lelaki seusianya, kulitnya yang putih da bermata sipit kaya Cina (padahal dia punya marga Harahap), dan rambut ikal hitamnya yang dia paksakan untuk lurus itu terkesan kaya orang yang habis terkena setruman listrik. Itu gambaran yang kulihat 6 tahun yang lalu saat temu kangen dengan teman-teman SMA. Lelaki berdarah Batak itu jauh dari gambaran lelaki gagah ala Batak. Lebih terlihat seperti Tomingse yang puasa 40 hari. (Maaf yang Bang Gagah, kapan lagi aku sejujur ini).

 

Aku masih berasa mimpi saat teman-teman yang masih tinggal di Aceh mengirim foto-foto pernikahannya Bang Gagah. Seketika pikiranku melayang ke jaman SMA. Bang Gagah itu termasuk anak yang culun dan polos di kelas, punya teman dekat. Saking dekatnya dan mereka sama-sama tidak punya pacar, teman-teman sekelas sering mengatakan mereka sepasang kekasih. Bang Gagah berusaha untuk ‘normal’ seperti anak seusianya. Aku sempat dengar dia pacaran dengan teman sekelas juga.  Tapi hanya bertahan beberapa hari. Setelah itu, aku tidak pernah mendengar dia dekat dengan seorang perempuan pun hingga undangan pernikahannya terkirim ke grup SMA. Bang Gagah orangnya murah senyum, tapi aku sendiri tidak bisa membedakan antara murah senyum dengan cengar-cengir. Namun pada dasarnya dia anak yang baik, makanya saat SMA ada beberapa teman perempuanku yang terbawa perasaan karena cengar-cegirnya.

 

Siang ini, Bang Gagah menghubungiku. Dia ingin kado dariku sebuah tulisan tentang perjalanan cintanya hingga berlabuh ke pelaminan. Aku yang membaca alur singkatnya, sungguh terharu. Bang Gagah yang terakhir kali kutemui 6 tahun silam sekarang menjelma dalam wujud lelaki dewasa. Penuh keberanian dan kegagahan untuk lelaki seusianya. Aku jadi paham alasan dia tidak langgeng pacaran dan tidak ingin pacaran, karena sejak SMP dia sudah memendam perasaan ke teman SMP yang sekelas dengannya. Bisa dibilang cinta pertamanya. Perempuan itu bernama Dekta.

 

Dekta selalu membuat Bang Gagah Jatuh hati. Dekta seorang perempuan Cantik dan Pintar. Saat SMP, jangan kan untuk mengungkapkan perasaannya, untuk berada di dekatnya saja Bang Gagah tidak berani. Bang Gagah selalu bersembunyi bersama perasaannya untuk Dekta dalam sebuah hubungan yang bernama persahabatan. Bang Gagah bersahabat dengan Dekta. Komunikasi di antara mereka terputus saat mereka memilih SMA yang berbeda. Ditambah lagi saat kuliah semester 4, Bang Gagah memutuskan hijrah ke kota megapolitan, Jakarta. Mereka tidak saling berkomunikasi, meski begitu Bang Gagah masih tetap memiliki perasaan yang semakin besar dan berubah menjadi cinta. Yap, cinta dalam diam. Namun,  Bang Gagah tidak terlena dengan kegalauan memendam cinta kepada Dekta. Bang Gagah memantaskan dirinya. Memapankan Raganya biar beneran gagah, memapankan finansialnya, dan memapankan pendidikannya. Hingga akhirnya dia lulus S1 dan sekarang sedang menjalani S2. Aku salut kepadanya, dia membiayai kuliahnya sendiri.

 

Mereka hanya sebatas bersenyum sapa sekejap, saat Bang Gagah sesekali mudik ke Aceh. Agustus 2015 semua menjadi momen yang akan menjadi awal mula takdir mereka dimulai. Bang Gagah memberanikan diri untuk bertemu dengan Dekta di rumahnya. Pertemuan kedua mereka jalan-jalan ke Goa Jepang, dan Bang Gagah semakin gagah saat pertemuan ketiga. Pada pertemuan ketiga, keberaniannya telah bulat untuk melamar Dekta yang saat itu telah menjadi Bidan di salah satu Rumah Sakit Perusahaan di Aceh Utara. Dekta menguji keseriusan Bang Gagah untuk berani melamarnya langsung ke ibunda dekta. Tanpa ragu dan bimbang, saat idul Adha 2015, Bang Gagah langsung melamar Dekta dan diterima dengan baik oleh orangtuanya. Ibunda Dekta sangat kagum dengan perjuangan Bang Gagah, terutama dengan perjuangan Bang Gagah dalam menjalani pendidikannya. Padahal sebelumnya, banyak lelaki yang berusaha meminang Dekta, tapi Dekta belum mau melabuhkan hatinya.

 

Hanya selang beberapa bulan dari lamaran, mereka melangsungkan akad nikah di akhir Februari 2016. Bang Gagah bercerita kepadaku bahwa cinta terpendamnya selama ini telah menyata. Dan ternyata, dia baru mengetahui setelah akad nikah bahwa Dekta nan cantik ternyata menyimpan perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh Bang Gagah. Akan tetapi, Bang Gagah yang dulu belum gagah seperti sekarang. Makanya Dekta memilih untuk mencintainya dalam diam juga. Seperti kisah Fatimah dan Ali. Terharu.

 

Aku semakin yakin akan kekuatan cinta dalam diam. Karena jika dia yang kita cintai adalah sang jodoh, maka mau dipisahkan sejauh apapun dan tidak ada komunikasi selama apapun, Tuhan akan menyatukan mereka pada waktu yang tepat. Dan jika dia bukan jodoh kita, cinta akan sirna tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya.

 

Bersyukurlah Bang Gagah, selama ini Tuhan menjaga dengan berbagai cara agar engkau tidak pacaran sebelum menikah, karena Tuhan ingin hati dan ragamu utuh  untuk sang bidadari halalmu nan cantik jelita.

 

Bersyukurlah keberanian itu baru ada sekarang, sebab kau tidak pernah tau apa yang terjadi jika engkau menyatakan semuanya saat di SMP. Bisa jadi kau malah merusak bidadarimu, hingga membuatnya layu sebelum berkembang.

 

Bersyukurlah Bang Gagah, kini kau telah gagah dalam kedewasaanmu. Telah berani untuk menyempurnakan separuh dari agamamu.

 

Dan teruslah bersyukur, Bang Gagah. Karena nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau dustakan?

 

Selamat dan Berkah untuk pernikahannya. Jaga hati istrimu seperti barang antik langka. Penuh dengan perasaan dan perhatiaan. Sebab, jika sekali saja kau merusaknya, maka tidak akan lagi kau temukan hati yang sama di luar sana. Bang Gagah sekarang telah gagah. Akhirnya Perjuangan Bang Gagah untuk memantaskan diri menjadi huruf Y di antara Nona Dekta telah mendapatkan hasil. N(y)on(y)a Dekta Perjuangan. Sekian.

Hasil gambar untuk bang gagah muslim kartun

(Lika Vulki – Konstalasi Orion – Sabtu 5032016 – 1.10 pm)

 

 

Advertisements

2 thoughts on “‘Perjuangan’ Bang Gagah Menjadi Huruf Y Untuk Dekta

  1. Terharu sekali kalau kisah yang sebelumnya ‘terasa jauh’ di sinetron sana atau yang terjadi ribuan tahun sebelum kita, terjadi pada orang yang ‘dekat’ dalam kehidupan kita ya Lik.. 😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s