Donor Darah Gayaku, Mana Gayamu?

Kuningan: Tak seperti biasa, Kamis Pagi (04/09) lingkaran Cijoho yang menuju jalan utama kota, sudah dipadati oleh banyak orang dengan pakaian dan atribut yang unik. Alunan musik dan kidung berbahasa Sunda pun terdengar dari keramaian orang yang berkumpul sesuai dengan komunitasnya dari berbagai desa yang berada di Kuningan (Jawa Barat). Dari lingkaran Cijoho hingga Taman Kota yang biasanya digunakan untuk Car Free Day setiap hari Minggu, digunakan untuk Karnaval Hari Jadi Kota Kuningan ke-516. Semua orang yang berada sepanjang jalan tersebut, terjebak dalam euforia.

 IMG_1584

IMG_1576

Karnaval yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB, diikuti juga oleh para pemuda Ahmadiyah dari Desa Manislor. 22 Orang lelaki menggunakan kaos berlengan panjang berwarna Jingga, dan 15 Orang Perempuan menggunakan kaos berwarna putih dengan kerudung merah. Mereka menggunakan syal di leher berwarna merah-putih, semakin menambah semarak karnaval. Perpaduan baju yang sangat kontras di tengah teriknya siang. Beberapa orang dari mereka membawa 2 helai spanduk. Spanduk yang bertuliskan KELUARGA BESAR DONOR DARAH MANISLOR, dibawa oleh yang berkaos putih. Sedangkan yang bertuliskan PECINTA ALAM MKAI JAGA BUANA MANISLOR, dibawa para pemuda berkaos jingga. Dan di bagian bawah setiap spanduk bertuliskan LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE. Moto yang sudah sangat familiar bagi komunitas Ahmadiyah yang selalu mengusung nilai Cinta agar terciptanya perdamaian dunia.

 IMG_1533 IMG_1659

Meski jumlah pemuda Ahmadiyah yang ikut karnaval tidak sebanyak komunitas dari desa yang lain, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya. Pasukan pejalan kaki, diiringi oleh 3 unit mobil pribadi dan 2 unit mini bus dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kuningan. Yap, Ahmadiyah dan PMI bergabung menjadi satu komunitas yang mengusung nilai kemanusiaan. Sepanjang jalan, mereka membagikan selembar kertas yang berisi tentang informasi Bank Darah Gratis. Untuk di daerah Kuningan, Ahmadiyah di Desa Manislor sudah memiliki hubungan baik dengan PMI. Setiap beberapa bulan sekali, PMI selalu berkunjung ke Manislor. Di Desa Manislor, tidaklah sulit bagi PMI mengantongi ratusan darah, karena donor darah sudah menjadi gaya hidup bagi anggota Ahmadiyah Manislor.

 IMG_1595 IMG_1578 IMG_1665 IMG_1676

Sepanjang sisi jalan sudah dipadati oleh para penonton dan wartawan yang ingin melihat kemeriahan karnaval. Bupati Kuningan beserta jajarannya juga turut menyaksikan karnaval dari atas panggung yang berada di sisi Taman Kota Kuningan. Dari semua komunitas yang hadir, hanya Ahmadiyah dari desa Manislor yang mengusung nilai Kemanusiaan, menawarkan jasa Bank Darah, serta mengkampanyekan donor darah sebagai gaya hidup. Karena mereka beranggapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Dan belumlah sempurna iman seseorang, jika belum bisa memberikan sesuatu yang paling dicintainya. Salah satunya adalah darah. Sekantong darah yang didonorkan sangat berarti bagi manusia yang lain. Dengan donor darah jiiwa raga sehat, orang lain pun selamat. Seperti jargon yang selalu dipekikan oleh pemuda Ahmadiyah selama karnaval berjalan. “Donor Darah! Sehat Jasmani Rohani!” Sekian. (LV)

IMG_1632

 

 

Darah Orang Ahmadiyah Halal (?)

Sabtu Malam tak jauh berbeda dengan malam yang lain. Aku masih saja berkutat dengan deadline dan berbagai jenis tugas. tak seperti orang lain yg mainstream. Mereka menyambut Sabtu dan Minggu dengan agenda liburan yang menyenangkan. Meski begitu, aku sangat menikmati ketidaknormalan ini. Di antara setumpuk tugas, aku berusaha untuk me-refresh otak yang sudah mulai terasa jenuh. Menulis di blog ini salah satu cara yang kugemari. Kali ini bukan ingin menumpahkan perasaan hati atau tentang Senja. Hanya ingin berkomentar dengan  yang tertulis seperti di judul pada postingan ini. Baiklah.

Akhir Januari kemarin, saya dan beberapa rekan dari redaksi Buletin Kita telah mengikuti pelatihan membuat dokumentasi audio video. Pelatihan yang dibimbing dari Perkumpulan 6211merupakan pelatihan yang pertama dan akan berlanjut setiap bulannya secara berkala. Kali itu, tugas pertama kami adalah membuat tahap persiapan sebelum membuat sebuah video singkat tentang masalah yang pernah dan sedang dihadapi pada komunitas kami (baca: Ahmadiyah).

Kuakui. Untuk menjadi Seorang Ahmadi Muslim tak mudah. Taruhannya adalah nyawa. Bahkan untuk mengumandangkan adzan saja, tak diizinkan menggunakan speaker. Mereka memaksa kami untuk mengucapkan syahadat yang berbeda. padahal syahadat kami adalah: ASYHADU A(N)LLAA ILAAHA ILLA-ALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMAD RASULULLAAH. Banyak kesulitan yang kami hadapi. dari Penyegelan Masjid-Masjid yang dibangun dari swadaya orang ahmadi, KUA tidak mau  menikahkan kami sebagai orang islam, Tidak boleh mencantumkan agama Islam pada KTP, dan (awalnya) yang membuat bulu romaku berdiri adanya beberapa ulama yang mengatakan bahwa darah orang ahmadiyah halal. Hingga 3 orang Ahmadi Indonesia syahid dikeroyok orang yang mengatasnamakan orang-orang yang mencintai Rasulullaah Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Sedari kecil aku juga sudah merasakan bagaimana rasanya diintimidasi hanya karena aku mengakui bahwa Imam Mahdi telah datang. Nilai agamaku pun ditindas. haha. tak masalah. Sekali pun dunia menjauhiku, tak akan membuat ku gentar untuk menyampaikan kebenaran. Allah ta’ala selalu menemaniku.

Baiklah. kembali lagi ke pelatihan audio video yang sedang membahas tahap persiapan. Kami disuruh membuat naskah yang akan diucapkan saat peliputan nanti. Salah seorang rekan mengambil topik tentang DARAH ORANG AHMADIYAH HALAL. Baru saja ia menyebutkan topiknya saat presentasi, bulu kudukku kembali berdiri. merinding. Aku membayangkan kembali kejadian syahidnya 3 orang ahmadi di cikeusik. Aku pun teringat kembali dengan ceramah-ceramah di radio dan di masjid ketika aku masih berdomisili di Lhokseumawe. Pokoknya, semua kejadian buruk itu terputar kembali di amigdalaku.

Ehtapi, semua yang dipresentasikan oleh rekanku, tak seseram judulnya. Jika ditilik dari judulnya, sejenak pikiran kita ke arah yang negatif. darah itu dalam bayanganku berarti pembunuhan. pertumpahan darah. eits! jangan su’uzhan dulu. Benar sih yang “difatwakan” oleh sebagian ulama bahwa darah orang ahmadiyah itu halal. Hingga di organisasi Islam Ahmadiyah memiliki kebiasaan rutin setiap bulan untuk mendonorkan darahnya. dan setiap cabang Ahmadiyah baik di Indonesia atau pun di negara lain, membentuk KDD (Keluarga Donor Darah). Setiap kegiatan besar pun, Ahmadiyah sering membuka posko untuk donor darah. dan itu semua dilakukan secara sukarela tanpa meminta bayaran. Bahkan Palang Merah Indonesia ketika kekurangan stok darah, tak segan untuk meminta langsung kepada orang Ahmadi yang golongan darahnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. Di cabang Manislor saja, sekali diadakan aksi donor darah, minimal 100 labu darah yang telah berada dikantong PMI. itu hanya satu desa, belum lagi di desa dan kota bahkan negara yang lain. Donor Darah kini menjadi gaya hidup orang Ahmadi Muslim.

Di sini terbukti bahwa fatwa itu diterapkan oleh seluruh orang. Darah Orang Ahmadiyah memang Halal dan sangat halal. Buktinya dipakai dan disumbangkan bagi orang yang bukan Ahmadiyah.Mungkin, kalian yang sedang membaca tulisan ini, bisa jadi telah memakai darah yang disumbangkan oleh orang ahmadiyah. Dan tak perlu diragukan lagi, Ulama telah melabel bahwa darah orang Ahmadiyah itu halal. 🙂

Ternyata selama ini aku terlalu berpikir negatif dengan perkataan tersebut. Padahal jika dihadapi dan dipikirkan dengan tenang tanpa prasangka apapun, justru ada hikmah yang dapat diambil. jika LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE yang menjadi moto organisasi Ahmadiyah dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, baik perilaku atau pola pikir, maka tak akan ada prasangka buruk yang akan membuat bulu romaku merinding lagi. Karena kita semua bersaudara.

Kini, meski orang Ahmadiyah selalu dimusuhi atau dituduh sesat dan kafir, namun Tak Akan akan membuatku ragu lagi untuk mendonorkan darah untuk sesama manusia yang memerlukan, apapun agama dan keyakinan mereka. karena darahku dan darah orang ahmadiyah telah memiliki Label dari Ulama: HALAL.  So, siapa yang ingin mencoba kehalalan darah kami? silakan hubungi kami. atau bahkan ingin bergaya hidup seperti orang ahmadiyah yang rutin mendonorkan darahnya? Silakan. temukan kenikmatan baik dari segi psikis atau pun kesehatan raga! Raga Sehat, Orang lain selamat, jadi manusia bermanfaat! 🙂 😀

_____________________________________________

10.15 pm di sudut penantian

Zindegi. Musafir Kehidupan dari negatif tak hingga sampai positif tak hingga. Pemulung Hikmah Kehidupan.